<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: Personal Name in <b>C:\psenayan8-x64\apache\htdocs\akasia\lib\detail.inc.php</b> on line <b>441</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3016">
 <titleInfo>
  <title><![CDATA[Empat Arketipe]]></title>
 </titleInfo>
 <name type="" authority="">
  <namePart><![CDATA[Jung, Carl G]]></namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text"><![CDATA[Primary Author]]></roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
 <genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"><![CDATA[Yogyakarta]]></placeTerm>
   <publisher><![CDATA[IRCisoD]]></publisher>
   <dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
  <languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
  <extent><![CDATA[232  p.  ; 20 cm]]></extent>
 </physicalDescription>
 <note><![CDATA[arl Gustav Jung meyakini bahwa ketidaksadaran tak hanya tempat persembunyian iblis-iblis, namun juga tempat berdirinya kerajaan malaikat-malaikat dan utusan-utusan rahmat, yang ia sebut sebagai “arketipe”, semacam simbol segala kekuatan batin yang mewujudkan kesatuan, kesehatan, keutuhan hidup, dan perkembangan kesadaran yang bermakna. Jung menemukan “arketipe” bukan dalam ketidaksadaran personal yang, menurut Freud, fungsinya hanyalah tempat menampung hal-hal yang direpresi dan dilupakan oleh individu, melainkan dalam ketidaksadaran kolektif yang, menurut Jung, berada di lapisan ketidaksadaran yang lebih dalam daripada ketidaksadaran personal, dan isinya adalah arketipe-arketipe. Arketipe merujuk pada imago Dei (citra Tuhan) dalam diri manusia. Dan, “anehnya”, arketipe dapat ditransformasikan dari ketidaksadaran menjadi formula sadar, yaitu dalam bentuk-bentuk ajaran esoteris. Hal ini dapat kita lihat, misalnya, dalam ajaran-ajaran masyarakat tradisional. Ajaran-ajaran ini sesungguhnya adalah ekspresi yang khas untuk menyampaikan isi kolektif yang asalnya dari ketidaksadaran. Selain itu, ekspresi arketip lainnya adalah mite dan dongeng-dongeng kebijaksanaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, istilah “arketipe” hanya diterapkan secara tak langsung pada “representasi kolektif”, karena istilah tersebut hanya menunjukkan isi-isi psikis yang belum tunduk pada elaborasi kesadaran, dan karenanya adalah datum langsung pengalaman psikis.]]></note>
 <note type="statement of responsibility"><![CDATA[]]></note>
 <subject authority="">
  <topic><![CDATA[Psikologi]]></topic>
 </subject>
 <classification><![CDATA[150]]></classification>
 <identifier type="isbn"><![CDATA[9786237378860]]></identifier>
 <location>
  <physicalLocation><![CDATA[SMA NEGERI 1 TARAKAN Open Source Library Management System]]></physicalLocation>
  <shelfLocator><![CDATA[150 JUN e]]></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1"><![CDATA[81985]]></numerationAndChronology>
    <sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
    <shelfLocator><![CDATA[150 JUN e]]></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image><![CDATA[Empat-Arketipe.jpg.jpg]]></slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier><![CDATA[3016]]></recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-06 07:37:37]]></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-06 07:37:37]]></recordChangeDate>
  <recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>